Lantai SPC (Stone Plastic Composite) dikenal sebagai jenis lantai yang kuat, tahan air, dan relatif mudah dirawat. Namun, bukan berarti lantai SPC bisa diperlakukan sembarangan. Lapisan permukaan atau wear layer tetap dapat mengalami goresan, kusam, perubahan warna, maupun kerusakan jika terkena perlakuan yang tidak tepat.
Karena itu, selain mengetahui cara membersihkan lantai SPC, penting juga memahami hal-hal yang harus dihindari oleh lantai SPC. Kebiasaan sederhana seperti menyeret furnitur, menggunakan pembersih abrasif, atau membiarkan kotoran menumpuk dapat memengaruhi kondisi lantai dalam jangka panjang.
1. Jangan Menggunakan Steam Mop

Salah satu hal yang sebaiknya dihindari saat merawat lantai SPC adalah penggunaan steam mop atau alat pembersih dengan uap panas.
Panas dan uap bertekanan dapat memberikan paparan panas serta kelembapan yang tidak diperlukan pada permukaan dan sambungan lantai. Beberapa panduan perawatan SPC secara khusus merekomendasikan untuk tidak menggunakan steam mop karena dapat memengaruhi lapisan pelindung maupun sistem sambungan lantai.
Untuk pembersihan rutin, lebih aman menggunakan sapu lembut, vacuum untuk permukaan keras, atau kain pel microfiber yang sedikit lembap.
2. Hindari Penggunaan Bahan Pembersih yang Keras
Tidak semua cairan pembersih cocok digunakan pada lantai SPC. Hindari penggunaan bahan pembersih yang terlalu keras, terutama produk berbahan pemutih, amonia, pelarut kuat, atau bahan kimia abrasif.
Penggunaan bahan tersebut secara berulang dapat membuat lapisan permukaan menjadi kusam atau mengalami perubahan tampilan. Untuk perawatan rutin, beberapa panduan merekomendasikan pembersih dengan pH netral yang sesuai untuk lantai vinyl/SPC.
Baca artikel terkait : Kelebihan dan kekurangan lantai spc
3. Jangan Menggunakan Sikat Kasar atau Bahan Abrasif
Membersihkan noda membandel dengan sikat kawat, sabut kasar, steel wool, atau bubuk pembersih abrasif justru dapat merusak permukaan lantai SPC.
Lapisan wear layer memang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap penggunaan sehari-hari, tetapi bukan berarti tahan terhadap semua jenis gesekan. Alat pembersih yang kasar dapat meninggalkan goresan pada permukaannya.
Gunakan kain microfiber atau alat pembersih dengan permukaan yang lembut.
4. Jangan Menyeret Furnitur di Atas Lantai
Memindahkan meja, kursi, lemari, atau furnitur berat dengan cara diseret merupakan salah satu kebiasaan yang dapat menyebabkan goresan.
Ketika furnitur perlu dipindahkan, sebaiknya diangkat atau gunakan pelindung pada bagian kaki furnitur. Felt pad atau bantalan khusus dapat membantu mengurangi risiko gesekan langsung antara kaki furnitur dan permukaan lantai.
5. Hindari Membiarkan Pasir dan Debu Menumpuk
Debu mungkin terlihat sepele, tetapi partikel pasir dan kotoran yang terbawa dari luar dapat bekerja seperti bahan abrasif ketika terus terinjak.
Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat menyebabkan goresan kecil pada lapisan permukaan lantai. Karena itu, membersihkan debu secara rutin merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga tampilan lantai SPC.
Gunakan keset pada area pintu masuk untuk membantu mengurangi pasir dan kotoran yang terbawa dari luar.
6. Jangan Membiarkan Cairan Menggenang Terlalu Lama
Salah satu kelebihan lantai SPC adalah ketahanannya terhadap air. Namun, sifat tahan air bukan berarti lantai harus dibiarkan terus-menerus tergenang.
Tumpahan sebaiknya tetap segera dibersihkan. Selain menjaga kebersihan permukaan, kebiasaan tersebut juga membantu mencegah cairan masuk melalui sambungan atau berada di bawah benda yang diletakkan di atas lantai.
Gunakan kain lembut atau pel microfiber yang sudah diperas dengan baik ketika membersihkan lantai.
7. Hindari Penggunaan Wax dan Polish
Lantai SPC tidak membutuhkan wax atau polish tambahan untuk mendapatkan permukaan yang mengilap.
Penggunaan produk berbahan wax atau polish justru dapat meninggalkan lapisan pada permukaan lantai. Seiring waktu, residu tersebut dapat membuat lantai terlihat kusam dan lebih mudah menangkap debu.
Karena SPC sudah memiliki lapisan permukaan dari pabrik, perawatan rutin dengan metode yang tepat umumnya sudah cukup.
8. Jangan Terlalu Sering Menggunakan Larutan Cuka
Cuka sering digunakan sebagai bahan pembersih rumah tangga, tetapi penggunaannya pada lantai SPC perlu diperhatikan.
Beberapa panduan perawatan SPC menyarankan menghindari penggunaan larutan cuka secara rutin karena sifat asamnya berpotensi memengaruhi lapisan permukaan jika digunakan terus-menerus.
Lebih baik gunakan produk pembersih pH netral yang memang direkomendasikan untuk lantai SPC atau vinyl.
9. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung dalam Waktu Lama
Paparan sinar matahari yang terus-menerus dapat memengaruhi warna lantai. Dalam jangka panjang, bagian lantai yang sering terkena sinar matahari langsung berpotensi mengalami perubahan warna yang tidak merata.
Jika lantai SPC berada di dekat jendela besar, penggunaan tirai atau blind dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung pada jam-jam tertentu.
10. Jangan Menggunakan Furnitur dengan Pelindung Kaki yang Tidak Sesuai
Furnitur yang sering digeser, seperti kursi meja makan atau kursi kerja, dapat memberikan tekanan dan gesekan berulang pada lantai.
Untuk mengurangi risikonya, gunakan bantalan pelindung pada kaki furnitur. Pada kursi beroda, pilih roda yang sesuai untuk permukaan lantai SPC.
11. Hindari Sepatu yang Dapat Menggores Permukaan
Sepatu dengan hak tinggi, bagian bawah yang keras, atau benda tajam yang menempel pada sol dapat meningkatkan risiko goresan pada permukaan lantai.
Jika lantai SPC digunakan di rumah, kebiasaan melepas sepatu dari luar sebelum memasuki ruangan juga dapat membantu mengurangi pasir dan kotoran yang terbawa masuk.
12. Jangan Menggunakan Alat Poles Berkecepatan Tinggi
Lantai SPC tidak dirancang untuk dipoles seperti lantai kayu yang dapat menjalani proses refinishing. Penggunaan mesin poles berkecepatan tinggi atau alat dengan permukaan yang agresif dapat merusak lapisan pelindungnya.
Untuk penggunaan rumah tangga, pembersihan menggunakan microfiber dan metode pel lembap sudah lebih dari cukup.
13. Jangan Membiarkan Hewan Peliharaan dengan Kuku Panjang
Jika di rumah terdapat hewan peliharaan, kuku yang terlalu panjang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya goresan ketika hewan beraktivitas di atas lantai.
Memotong kuku secara rutin dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga permukaan lantai tetap baik.
Cara Merawat Lantai SPC agar Tetap Awet
Setelah mengetahui berbagai hal yang perlu dihindari, perawatan lantai SPC sebenarnya cukup sederhana. Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:
- Bersihkan debu dan pasir secara rutin.
- Gunakan sapu lembut atau vacuum untuk permukaan keras.
- Gunakan pel microfiber yang sedikit lembap.
- Pilih pembersih dengan pH netral.
- Segera bersihkan tumpahan.
- Gunakan felt pad pada kaki furnitur.
- Gunakan keset pada pintu masuk.
- Hindari menyeret furnitur.
- Kurangi paparan sinar matahari langsung.
- Hindari steam mop dan alat pembersih abrasif.
Baca artikel terkait : Mengenal Struktur Lapisan Lantai SPC dan Fungsi Setiap Bagiannya
Kesimpulan
Ada beberapa hal yang harus dihindari oleh lantai SPC, terutama penggunaan bahan pembersih keras, alat pembersih abrasif, steam mop, wax, serta kebiasaan menyeret furnitur di atas permukaan lantai.
Meskipun lantai SPC mempunyai struktur yang kuat dan tahan terhadap air, lapisan permukaannya tetap membutuhkan perawatan yang tepat. Debu, pasir, gesekan furnitur, bahan kimia, panas, dan paparan matahari berlebihan dapat memengaruhi tampilan lantai jika tidak diperhatikan.
Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut dan melakukan pembersihan secara rutin, lantai SPC dapat tetap terlihat rapi dan terawat dalam penggunaan sehari-hari.
