jenis kayu terbaik untuk dermaga

Saat hendak membangun sebuah dermaga, tentu saja membutuhkan material-material yang memiliki kualitas mumpuni. Dengan kata lain, pada pembangunan sebuah dermaga itu tidak boleh sembarangan dalam memilih materialnya.

Hingga sampai saat ini, kayu pun menjadi salah satu material yang paling berpengaruh terhadap kekuatan pondasi dermaga. Akan tetapi, tidak semua jenis kayu itu cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan dermaga lho.

Itu artinya, hanya ada beberapa jenis kayu yang saja yang kriterianya cocok untuk pembuatan dermaga. Apakah pelabuhan dengan dermaga itu sama…???

Nah, sebelum membahas lebih jauh lagi seputar jenis-jenis kayu tersebut, ada baiknya kita mengetahui dulu perbedaan antara pelabuhan dan dermaga.

Pengertian Pelabuhan

pengertian pelabuhan

Lain halnya dengan pelabuhan, dimana ia merupakan sebuah sarana yang biasanya terletak di ujung samudera, danau, maupun sungai yang berfungsi untuk menerima kapal serta melakukan aktivitas tertentu.

Contohnya seperti memindahkan barang kargo dalam skala yang besar, serta menurunkan dan menaikkan para penumpang kedalam kapal. Umumnya, sebuah pelabuhan sudah dilengkapi dengan alat-alat khusus untuk memudahkan kegiatan bongkar muat dari kapal-kapal yang sedang berlabuh.

Pengertian Dermaga

pengertian dermaga

Dermaga merupakan sebuah tempat untuk memfasilitasi semua aktivias bongkar muat barang, sekaligus juga menjadi naik turunnya penumpang dari sebuah kapal dalam skala kecil saja. Bukan hanya itu, dermaga juga kerap difungsikan sebagai sarana untuk penambahan sebuah kapal di pelabuhan.

Selain aktivitas bongkar muat barang dan naik-turun penumpang dari kapal, dermaga juga sering digunakan untuk kegiatan lainnya, seperti mengisi bahan bakar, pengisian air bersih, pembersihan saluran air kotor dan limbah, hingga untuk mengecek kondisi kapal secara keseluruhan.

Lantas, jenis-jenis kayu apa sajakah yang cocok untuk membuat dermaga…???

Jenis-jenis Kayu Terbaik Untuk Dermaga

Dari sekian banyaknya jenis kayu yang ada di Indonesia, setidaknya hanya 3 jenis kayu saja yang cocok dijadikan bahan baku dalam pembuatan sebuah dermaga. Adapun mengenai 3 jenis kayu yang dimaksud seperti berikut :

1. Kayu Ulin

Jenis-Jenis Kayu Terbaik Untuk Dermaga - decking ulin

Penyebaran pohon kayu ulin di Indonesia kebanyakan berasal dari kawasan hutan tropis Kalimantan. Masyarakat Suku Dayak sering menyebut kayu ulin dengan istilah “bulian” atau “kayu besi”, dikarenakan teksturnya yang memang sekeras besi.

Nah, karena hal itulah yang membuat kayu ulin sering digunakan oleh masyarakat Suku Dayak untuk pembuatan atap rumah dan jembatan. Bahkan, tak jarang pula kayu ulin dimanfaatkan untuk pembuatan kapal perahu.

Menurut para ahli tanaman, yang menyebutkan bahwa pohon ulin termasuk kedalam jenis pohon dengan pertumbuhan yang lambat. Itu sebabnya, mengapa ketersediaan kayu ulin tidak pernah mencukupi kebutuhan industri perkayuan. Secara otomatis harga kayu ulin di pasar pun melambung tinggi.

Tak hanya karena faktor pertumbuhannya yang lambat, kelangkaan kayu ulin juga dikarenakan belum banyak masyarakat kita yang melakukan pembudidayaan terhadap pohon ulin. Dengan kata lain, kebutuhan kayu ulin hanya tergantung pada ketersediaannya di alam yang telah ada selama beratus-ratus tahun.

Artikel menarik Lainnya : Karakteristik Kayu Sungkai

Kayu dari pohon ulin terkeal dengan karakteristiknya yang tahan terhadap perubahan cuaca, kelembapan, dan tahan terhadap pengaruh air laut sehingga membuatnya sangat ideal dijadikan bahan baku untuk pembuatan dermaga.

Adapun mengenai beragam jenis kayu ulin yang tersedia dipasaran seperti :

  • Ulin Tando yang memiliki warna coklat kemerahan
  • Ulin Lilin yang memiliki warna cokelat gelap
  • Ulin Tembaga dengan warna yang cenderung kekuningan
  • Ulin kapur yang memiliki warna cokelat muda.

2. Kayu Merbau

Jenis-Jenis Kayu Terbaik Untuk Dermaga - decking merbau

Pohon merbau tumbuh dengan ukuran sedang hingga mencapai 50 meter, panjang batangnya sekitar 20 meter, sedangkan ukuran gemangnya berada di kisaran 160 cm – 250 cm. Tak hanya itu saja, ia juga memiliki akar papan berbanir yang cukup tinggi dan tebal.

Biasanya bagian luar (pepagan) pada pohon merbau tampil dengan warna abu-abu terang dan cokelat pucat, serta memiliki tekstur halus yang disertai dengan bintik-bintik kecil lentisel.

Baca Juga :  Mengenal Kayu Trembesi Dengan Segudang Keunggulannya

Selain itu, bagian kulit pohon merbau pun cenderung bersisik dan mengelupas. Terdapat pula dua pasang anak daun, kecuali pada daun bagian ujungnya yang hanya mempunyai satu pasang anak daun saja.

Mengenai penyebarannya, keberadaan pohon merbau untuk pertama kalinya hanya ada di negara Tanzania dan Madagaskar. Seiring dengan berjalannya waktu, penanaman pohon merbau terus menyebar ke berbagai belahan negara seperti India Selatan, Myanmar, Malaysia, Indonesia, Australia Utara, hingga Polinesia.

Adapun mengenai keberadaan pohon merbau di Indonesia yang dapat kita temukan di berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Pulau Jawa.

Karakteristik Kayu Merbau

  • Bagian terasnya memiliki warna cokelat atau kuning cokelat hingga cokelat merah, namun terkadang cenderung hitam. Sedangkan bagian gubalnya tampil dengan wana kuning pucat dan kuning muda.
  • Kayu merbau mempunyai tingkat keawetan yang tinggi serta tahan terhadap serangan rayap dan jamur.
  • Tingkat penyusutan dan pemuaian terhadap kayu merbau tergolong cukup rendah.
  • Tekstur pada kayu merbau ini terasa kasar dan agak licin saat diraba.
  • Memiliki arah serat kayu yang lurus
  • Kayu merbau termasuk golongan kayu sangat keras dan tahan terhadap air.

3. Kayu Bengkirai

Jenis-Jenis Kayu Terbaik Untuk Dermaga - decking bengkirai

Di negara Indonesia, pertumbuhan pohon bengkirai banyak dijumpai di kawasan hutan tropis seperti Kalimantan dan Sulawesi. Tak hanya itu, pohon bengkirai juga tersebar di kawasan Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Filipina.

Ukuran Ppohon bengkirai dapat tumbuh dengan ketinggian hingga mencapai 40 meter, sedangkan ukuran diameternya sekitar 120 cm. Disamping itu, ia juga tampil dengan kuning kecoklatan sehingga sering disebut dengan istilah “yellow balau”.

Pada proses pengolahan, umumnya kayu bengkirai akan kering dalam waktu mulai dari 12 hari hingga 1 bulan pada suhu normal, yang nantinya akan diolah lagi menjadi berbagai kebutuhan properti dan konstruksi, seperti pembuatan dermaga, decking, jembatan, dan lain sebagainya.

Baca juga : Keunggulan Kayu Kamper

Jika dilihat dari segi bobot, kayu bengkirai ini memang lebih berat dibanding kayu jati maupun jenis kayu lainnya. Menariknya lagi, tekstur kayu bengkirai pun akan terasa agak kasar saat kita merabanya dengan menggunakan tangan.

Selain terkenal dengan tingkat kekuatannya yang begitu baik, penggunaan kayu bengkirai juga tentunya dapat memperindah tampilan dermaga tersebut.

Karakteristik Kayu Bengkirai

  • Kayu bengkirai mudah diolah
  • Kayu bengkirai tampil dengan warna kuning kecokelatan
  • Memiliki tekstur yang keras dan padat
  • Kokoh dan tahan lama
  • Tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim, tahan air, dan anti rayap
  • Memiliki pola serat yang indah
  • Potensi melengkung dan pemuaian pada kayu bengkirai tergolong cukup rendah.

Nah, seperti itulah 3 jenis kayu yang terbaik untuk digunakan dalam membuat sebuah dermaga, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top