Mengenal atap Pelana – Seperti yang kita tahu bahwa Atap menjadi bagian penting dalam sebuah kontruksi bangunan, sama halnya dengan penggunaan lantai, material atap, tak boleh terlewatkan.
Sebab atap memiliki fungsi penting untuk sebuah hunian, selain digunakan untuk melindungi rumah dari berbagai macam cuaca, atappun dapat menambah nilai estetika. Apalagi, jika kamu menggunakan material yang pas dan tepat.
Tentunya material atap tak hanya satu, walau kamu hanya mengenal atap genteng saja, namun masih banyak lho, material yang bisa kamu pilih. Hal ini tentunya menguntungkan kamu agar desain rumah dan atap terlihat serasi.
Salah satu material atap tersebut ialah Atap Pelana. Pernah mendengar atap pelana? material atap ini memiliki model bentuk yang sederhana dengan bentuk sisi mirip segitiga, jenis atap ini masih banyak dipergunakan oleh beberapa masyarakat karena memiliki keunggulan lebih.
Kira-kira bagiamana karakteristik dari atap pelana? jika kamu penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya berikut :
Material Atap Pelana
Jika ditanya apa itu pelana? atap pelana adalah bumbungan atap yang memiliki bentuk seperti pelana kuda, dari berbagai bentuk dan jenis atap.
Atap pelana menjadi bentuk yang paling sederhana, hal ini dikarenakan atap satu inihanya memiliki dua sisi miring, sementara sisi lainnya berupa dinding segitiga.
Kemiringan Atap

Dikutip dari beberapa sumber, atap pelana mempunyai sisi miring dengan kemiringan mencapai 30 hingga 40 derajat, sehingga memiliki ruang untuk plafon, sementara sisi lainnya berupa dinding segitiga.
Kemiringan ini bisa kamu sesuaikan sescara menjulang atau melandai, hanya saja tidak dibuat terlalu menjulang agar genteng tidak mudah lepas, serta tidak terlalu landai agar air hujan tidak tergenang.
Salah satu Atap Murah
Walaupun memiliki tampilan yang standar dan hanya cocok beberapa konsep hunian saja, namun kamu memiliki keuntungan jika menggunakan material satu ini.
Baca juga : Mengenal Atap Asbes, ini Keunggulan serta manfaat untuk Hunian
Antaranya pengerjaan yang relatif cepat karena kontruksinya yang sederhana, dan bahan yang diperlukan lebih sedikit sehingga lebih murah dari segi biaya. Kamu hanya membutuhkankan beberapa material untuk pemasangan atap, seperti :
Bahan Kontruksi atap Pelana :
- Bahan Rangka : Baja ringan, Kayu atau Rangka beton
- Bahan Penutup : Metal, beton, genteng, keramik atau bitumen
Tak hanya memiliki keuntungan dari segi baiaya dan pemasangannya yang mudah, melainkan kamu bisa mendapatkan beberapa keuntungan lainnya dari penggunaan material atap satu ini. Tertarik mengenal keuntungannya? yuk simak ulasannya berikut :
Kelebihan dan Kekurangan Atap Pelana
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan jika kamu menggunakan material pelana untuk kebutuhan atap hunian, antaranya :
Kelebihan menggunakan Atap pelana

1. Pemasangan yang Sederhana
Dengan model atap yang sederhana, tentunya membuat proses pemasangan atap pelana tergolong mudah dan cepat, apalagi kamu bisa menyesuaikan tingkat kemiringan pada atap sesuai dengan model rumah yang akan diwujudkan, kendati dibuat melandai atau menjulang tinggi.
2. Biaya Pemasangan yang Terjangkau
Seperti yang sudah disinggung diatas, bahwa proses pemsanganan yang cukup mudah dan ecpat tentunya dapat menghemat pengeluaran kamu untuk membayar jasa tukang pemasangan.
Bahkan tak hanya itu, kontruksi atap yang sederhana dari pelanapun memerlukan bahan yang cenderung lebih minim ketimbang kontruksi atap lainnya, sehingga akan lebih hemat dalam pengeluaran yang dibutuhkan.
3. Bikin Rumah makin sejuk
Satu kelebihan atap satu ini ialah penggunaan atap pelana bikin rumah lebih sejuk, hal ini dikarenakan atap ini memiliki bentuk yang mirip.
Baca juga : Berikan sentuhan material kayu pada lantai agar lebih sejuk dan nyaman, kenali produk terbaiknya disini
Sehingga mampu menyerap panas secara maksimal sehingga bagian dalam hunian akan terasa jauh lebih adem dan sejuk. Bahkan, jika kamu memasang plafon rumah pada bagian atap hunian, akan membuat hunian semkain sejuk, sebab hawa panas yang masuk dari luar akan tertahan di area plafon.
4. Atap minim Bocor
Ketimbang jenis atap lainnya, atap pelana ini memiliki resiko kebocoran yang lebih kecil, sebab tidak adanya pertemuan air yang berbeda sehingga air hujan akan meluncur kebawah dengan bebas, tanpa hambatan. sehingga mampu memnimalisir adanya genangan air yang menjadi penyebab awal kebocoran.
5. Cocok untuk segala Desain Rumah
model atap pelana mampu diterapkan di berbagai hunian, walaupun memiliki bentuk yang sederhana namun kamu bisa menggunakan atap ini untuk beberapa konsep, seperti rumah minamlis, klasik, minimalsit hingga tradisional.
tak hanya memiliki kelebihan yang bisa kamu dapatkan, hanya saja kamupun perlu mengenal beberapa kekurangan dari penggunaan atap satu ini, antara lainnya :
Kekurangan Atap Pelana

1. Atap Pelana Mudah Roboh
Salah satu kekurangan yang perlu kamu ketahui ialah, material satu ini mudah roboh, sebaiknya kamu tidak digunakan untuk rumah yang kerap diterpa angin kencangm, apalagi jika kontruksi atap tidak dipasang secara benar dan seimbang maka angin kencang dapat melepaskan hingga menyebabkan atap roboh.
2. Jenis atap Mudah Retak
kekurangan lainnya yaitu atap ini jika terkena paparan matahari dan air hujan secara terus menerus maka permukaan segitiga pada atap pelana akan lebih mudah mengalami keretakan. Untuk memnimalisir hal ini, kamu bisa menggunakan car eksterior rumah yang khusus sehingga dapat mengurangi terpaan air ataupun sinar matahari lebih
3. Beban Air hujan yang Tinggi
Mengingat atap ini hanya terdiri dari 2 sisi saja, maka saat terjadi hujan aliran air yang jauh lebih deras, alhasil pembuatan atap pelana dengan sudut yang landai dapat meningkatkan beban pada stuktur atap sehingga potensi robohnya semakin besar.
Jadi, bagaimana? masih tetap menggunakan Atap Pelana?
