Lantai SPC (Stone Plastic Composite) dikenal sebagai material flooring yang kuat, tahan terhadap air, dan memiliki perawatan yang relatif mudah. Namun, bukan berarti lantai SPC tidak bisa mengalami kerusakan. Penggunaan yang kurang tepat, cara membersihkan yang salah, hingga kondisi pemasangan dapat memengaruhi umur dan tampilan lantai.
Kerusakan pada lantai SPC bisa berupa permukaan tergores, warna memudar, lapisan atas menjadi kusam, sambungan bermasalah, hingga lantai berubah bentuk. Karena itu, penting mengetahui hal-hal yang membuat lantai SPC rusak agar perawatannya dapat dilakukan dengan benar.
1. Menyeret Furnitur di Atas Lantai

Salah satu penyebab lantai SPC mudah tergores adalah kebiasaan menyeret furnitur secara langsung di atas permukaannya.
Meja, kursi, lemari, dan furnitur berat lainnya dapat memberikan tekanan sekaligus gesekan yang cukup besar. Jika bagian bawah furnitur memiliki ujung yang keras atau kasar, permukaan lantai dapat mengalami goresan bahkan penyok.
Saat ingin memindahkan furnitur, sebaiknya diangkat. Jika ukurannya terlalu berat, gunakan pelindung seperti felt pad atau lapisan pelindung yang sesuai.
2. Membiarkan Pasir dan Debu Menumpuk
Pasir dan kotoran kecil yang terbawa dari luar dapat menjadi seperti bahan abrasif ketika terus terinjak.
Gesekan berulang antara pasir dengan permukaan lantai dapat membuat lapisan pelindung (wear layer) mengalami goresan secara perlahan. Karena itu, debu dan pasir sebaiknya dibersihkan secara rutin menggunakan sapu berbulu lembut atau vacuum dengan pengaturan untuk lantai keras.
Meletakkan keset pada area pintu masuk juga dapat membantu mengurangi kotoran yang masuk ke dalam ruangan.
3. Menggunakan Bahan Pembersih yang Terlalu Keras
Kesalahan dalam memilih cairan pembersih juga dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan lantai SPC. Pembersih abrasif, bahan kimia keras, pemutih, amonia, maupun produk tertentu yang tidak dirancang untuk lantai SPC dapat membuat permukaan menjadi kusam atau memengaruhi lapisan pelindungnya.
Untuk pembersihan rutin, lebih aman menggunakan air atau pembersih pH netral yang sesuai dengan rekomendasi produsen lantai.
4. Menggunakan Sikat atau Alat Penggosok Kasar
Noda membandel terkadang membuat pemilik rumah ingin menggosok lantai sekuat mungkin. Padahal, penggunaan sikat kasar, steel wool, atau alat penggosok abrasif dapat menggores permukaan lantai.
Jika terdapat noda, gunakan kain microfiber atau alat pembersih yang tidak abrasif. Pembersihan sebaiknya dilakukan secara perlahan daripada memberikan tekanan berlebihan pada permukaan lantai
5. Membiarkan Air Menggenang
SPC memang mempunyai ketahanan terhadap air, tetapi hal tersebut bukan berarti lantai sebaiknya dibiarkan terus-menerus tergenang.
Air yang masuk melalui celah atau sambungan lantai dapat menimbulkan masalah, terutama apabila terdapat kelembapan yang terperangkap di bawah lantai. Karena itu, tumpahan air tetap sebaiknya segera dibersihkan.
Gunakan kain pel yang lembap, bukan pel yang terlalu basah hingga meninggalkan banyak air di permukaan.
Baca artikel terkait : Hal-Hal yang Harus Dihindari pada Lantai SPC
6. Paparan Sinar Matahari Terlalu Lama
Paparan sinar ultraviolet secara terus-menerus dapat menyebabkan perubahan warna atau fading pada lantai SPC. Risikonya lebih besar pada bagian lantai yang terkena sinar matahari langsung setiap hari, misalnya area dekat jendela besar atau pintu kaca.
Untuk menguranginya, Anda dapat menggunakan tirai, blind, atau perlindungan jendela lainnya pada waktu ketika sinar matahari masuk secara langsung.
7. Menggunakan Sepatu Hak Tinggi atau Benda Tajam
Lantai SPC mempunyai ketahanan terhadap penggunaan sehari-hari, tetapi permukaannya tetap dapat mengalami kerusakan akibat tekanan benda tajam.
Sepatu hak tinggi, sepatu dengan bagian bawah yang keras, benda berujung tajam, atau peralatan tertentu dapat memberikan tekanan terpusat pada satu titik sehingga meningkatkan risiko goresan atau penyok.
8. Kuku Hewan Peliharaan yang Terlalu Panjang
Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya goresan. Kuku yang panjang dapat menggores permukaan ketika hewan berlari, bermain, atau berpindah tempat dengan cepat. Menjaga kuku hewan tetap pendek dan menggunakan karpet pada area yang sering digunakan dapat membantu mengurangi risiko tersebut
9. Menggunakan Steam Mop atau Uap Panas
Penggunaan alat pembersih dengan uap panas perlu dihindari kecuali produsen lantai secara khusus menyatakan produk tersebut aman untuk metode tersebut.
Panas dan kelembapan yang tinggi dapat memberikan tekanan pada permukaan maupun sambungan lantai. Karena spesifikasi setiap produk SPC dapat berbeda, petunjuk perawatan dari produsen sebaiknya selalu menjadi acuan utama.
Untuk perawatan sehari-hari, pel microfiber yang lembap sudah cukup.
10. Menggunakan Wax atau Polish yang Tidak Sesuai
Lantai SPC modern umumnya sudah mempunyai lapisan permukaan sehingga tidak membutuhkan wax atau polish seperti beberapa jenis lantai lainnya.
Penggunaan produk tersebut tanpa rekomendasi produsen dapat meninggalkan residu dan membuat permukaan terlihat kusam atau licin.
Baca artikel terkait : Kelebihan dan Kekurangan Lantai SPC
11. Pemasangan di Atas Permukaan yang Tidak Rata
Kerusakan lantai SPC tidak selalu disebabkan oleh cara penggunaan. Kondisi subfloor sebelum pemasangan juga sangat penting. Permukaan dasar yang tidak rata dapat menyebabkan tekanan tidak merata pada plank. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah seperti sambungan terbuka, lantai bergerak, atau perubahan bentuk tertentu.
Karena itu, sebelum memasang SPC, permukaan dasar perlu dipastikan sesuai dengan persyaratan pemasangan produk.
12. Perubahan Suhu dan Kelembapan yang Tidak Terkontrol
Walaupun SPC mempunyai stabilitas dimensi yang baik, kondisi lingkungan tetap perlu diperhatikan. Perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem dapat memengaruhi lantai, terutama jika pemasangannya tidak mengikuti ketentuan produk. Karena itu, proses instalasi perlu memperhatikan kondisi ruangan dan petunjuk dari produsen.
Ada berbagai hal yang membuat lantai SPC rusak, mulai dari kebiasaan menyeret furnitur, membiarkan pasir menumpuk, menggunakan bahan pembersih yang keras, menggosok dengan alat abrasif, hingga membiarkan air menggenang dalam waktu lama.
Selain perawatan, kualitas pemasangan juga mempunyai peran penting. Permukaan dasar yang tidak sesuai dan kondisi lingkungan yang ekstrem dapat menimbulkan masalah pada lantai meskipun material SPC itu sendiri mempunyai karakter yang kuat.
Dengan menghindari penyebab-penyebab tersebut dan melakukan perawatan secara rutin, lantai SPC dapat tetap terlihat bersih, terawat, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
