Jenis besi beton – Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa besi beton memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang konstruksi skala ringan maupun besar.
Ya, sebab besi beton berperan untuk memperkokoh beton yang sifat dasarnya kuat dalam tekanan, namun lemah terhadap tarikan.
Dengan adanya besi beton, tentunya struktur bangunan menjadi lebih kuat, tahan lama, dan aman.
Akan tetapi, terdapat berbagai jenis besi beton yang masing-masingnya memiliki bentuk dan fungsi berbeda.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis besi beton, yuk simak langsung ulasannya dibawah ini.
5 Jenis Beton Paling Umum Digunakan
1. Besi Beton Polos

Besi Beton Polos memiliki tekstur halus dan bulat tanpa ulir dengan ukuran diameter 6 mm hingga 55 mm.
Adapun ukuran panjang standarnya yang sekitar 12 meter. Besi beton ini cukup mudah dibengkokkan dan dipotong, sehingga membuatnya fleksibel dalam pemasangan.
Secara fungsi, Besi Beton Polos biasa diaplikasikan untuk struktur bangunan ringan atau bagian yang tidak memerlukan ikatan kuat antara beton dengan besi.
Ya, contohnya seperti pengikat atau penulangan tambahan dalam kolom dan balok.
Baca juga: Besi Hollow: Ringan Namun Tetap Kokoh
2. Besi Beton Ulir
Besi Beton Ulir dengan bentuk permukaan bertekstur pola spiral atau garis melintang yang berfungsi untuk meningkatkan daya cengkeram antara besi dengan beton.

Jenis besi ini tersedia kedalam berbagai ukuran berbeda, mulai dari 10 mm hingga 40 mm, serta ukuran panjang standarnya yang mencapai 12 meter.
Besi Beton Ulir sangat ideal untuk kebutuhan konstruksi bangunan skala berat, seperti gedung bertingkat, jembatan, dan konstruksi besar lainnya.
Dibandingkan dengan besi beton polos, Besi Beton Ulir memiliki daya tarik yang lebih tinggi serta ketahannya yang lebih bagus terhadap potensi retak akibat beban dinamis.
3. Besi Wiremesh
Sebenarnya Wiremesh merupakan hasil anyaman dari kawat baja yang dibuat dalam pola grid seperi jaring.
Biasanya besi Wiremesh hadir dalam bentuk lembaran atau roll dengan diameter kawat mulai dari 4 mm hingga 12 mm.

Secara fungsi, Wiremesh kerap diandalkan sebagai pengganti besi tulangan konvensional untuk plat lantai, dinding beton, jalan cor, dan talur.
Hal ini dikarenakan bentuknya yang seperti anyaman, sehingga proses pemasangannya relatif mudah dan singkat.
Bahkan, besi Wiremesh mampu menahan gaya tarik secara merata di seluruh permukaan beton, sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya retak-retak halus.
Baca juga: 5 Cara Mencegah Korosi Pada Besi, ketahui juga Penyebabnya Disini!
4. Besi Beton Spiral
Dilihat dari bentuknya, jenis besi beton ini memang mirip dengan besi beton ulir yang umumnya diaplikasikan untuk memperkuat kolom bulat atau bundar.

Dengan kata lain, Besi Beton Spiral berperan sebagai pengikat dalam kolom struktural, terlebih pada bangunan beringkat tinggi atau area yang rawan gempa.
Sehingga ia dapat membantu dalam menahan gaya lateral, sekaligus meningkatkan daya dukung kolom terhadap beban aksial dan lateral secara bersamaan.
Hebatnya lagi, Besi Beton Spiral juga berperan penting dalam mencegah ambruk secara mendadak pada struktur kolom.
5. Besi Beton Prategang

Selanjutnya ada jenis Besi Beton Prategang yang berbentuk kawat baja khusus untuk struktur beton prategang (prestessed concrete).
Material ini memiliki daya tarik yang begitu besar, yakni mencapai sekitar 1.860 MPa dengan bentuk serat-serat kawat baja yang dipelintir menjadi satu.
Sehingga Besi Beton Prategang cocok digunakan pada struktur yang membutuhkan daya tahan tinggi terhadap beban berat, seperti jembatan, jalan tol layang, slab bangunan, hingga balok panjang.
Baca juga: Harga Pagar Besi Bandung, Mulai dari 400 Ribuan dan Beragaransi
Nah, itu dia beberapa jenis besi beton yang bisa anda pilih untuk menunjang konstruksi bangunan.
