Kayu kelas III – Seperti yang kita tahu, bahwa material kayu menjadi material yang banyak dicari oleh para pengerajin dan kontruksi, karena sifat kayu yang kuat dan dapat bertahan lama.
Apalagi secara penelitian, material kayu kerap menjadi daya tarik yang tinggi karena memiliki warna dan serat yang sangat cantik, hal inilah yang banyak dicari untuk memenuhi beberapa keperluan, seperti material furniture, interior dan ekstrior. Tentunya jenis kayupun tidak hanya satu saja.
Mungkin, sebagian dari kamu sudah kenal dengan kayu jati, karena memiliki kualitas serta termasuk jenis kayu kelas II, ngomong-ngomong tentang kayu kelas II, apakah kamu tahu apa itu? Yaps, sebagai mana kita tahu bahwa setiap kayu dibedakan menjadi beberapa golongan.
Golongan tersebut, terdiri dari kelas I, II dan kelas III. Ya, kayu kelas I dan II tergolong kelas yang paling sering digunakan, namun bagaimana dengan kayu kelas III?
Nah pada kesempatan kali ini, kami akan membahas perihal Jenis satu ini, serta apa saja manfaatnya. Untuk itu, simak informasinya berikut :
Tentang Kayu Kelas III

Setiap kayu memiliki golongan kelas tersendiri, dengan kelas tersebut tentunya dibedakan lagi sesuai fungsi dan manfaatnya, salah satunya yaitu Kayu kelas III.
Kayu kelas ini biasanya digunakan untuk kontruksi yang tidak terlalu berat, dan tidak berhubungan dengan tanah lembab, seperti material bangunan.
Hal ini dikarenkan Golongan kelas III, memiliki karakteristik yang terbilang standar, namun memiliki harga yang cukup terjangkau jika dibandingkan kelas I,II. Jenis kayu yang berada di golongan kelas III, seperti Kayu Pinus, Meranti merah, Sungkai, Borneo, jabon.
Namun, sebelum kamu mengenal karakteristik kelas III, kamu perlu mengenal terlebih dahulu beberapa metode pengukuran, dari manfaat, waktu bertahannya, untuk itu simak uraiannya berikut :
Klasifikasi Kayu Kelas III Tergantung Pemakaian :
Berikut beberapa Sifat pemakaian serta waktu yang akan diterima, diantaranya :
| Sifat Pemakaian Kelas III | Waktu Ketahanan |
| Ketahanan Kayu Terhadap Tanah dan Area Lembab ( Decking, Atap, Bahan jembatan dll ) | 1 hingga 3 Tahun |
| Kayu Berada di dalam Ruangan atau Terlindungi ( Lantai kayu, Furniture, mebeul, lambersering ) | 5 hingga 15 Tahun |
| Serangan Hama dan Rayap | Tidak akan |
| Pergeseran Tanah atau Keretakan | Sedang |
| Digunakan untuk Pijakan Lantai | 5 hingga 20 Tahunan (Tergantung Perawatan ) |
Setelah kamu mengenal sifat pemakaian serta waktu ketahannnya, yuk kita ketahui lebih lanjut mengenai karakteristik dan keunggulan dari kayu – kayu tersebut, untuk itu simak ulasannya berikut :
Karakteristik Kayu Kelas III dan Keunggulannya
1. Kayu Pinus

Siapa yang tidak tahu dengan kayu pinus satu ini, ya kayu yang dikenal juga dengan kayu jati belanda ini termasuk kayu kelas III, dengan karakteristik yang cukup unggul.
Hal ini dikarenakan kayu pinus memiliki ciri khas dari warna yang terang kecoklatan, serta berat kayu yang ringan. Salah satu kelebihan dari kayu pinus ialah jenis kayu yang mudah dibentuk.
Baca juga : Buat Hunian dengan Kisi-kisi Kayu agar semakin menarik Tentunya Semakin Nyaman!
Tentunya, dengan kelebihan tersebut, kayu pinus kerap dijadikan bahan furniture karena mudah untuk dijadikan beragam produk bernilai tinggi seperti kursi, meja, lemari dan sebagainya.
Bahkan kayu pinus kelas III ini sering dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan, karena dipercaya memiliki senyawa yang baik untuk beberapa penyakit, terlebih kayu pinus memiliki daun yang bagus untuk relaksasi.
2. Kayu Meranti Merah

Shorea Red Wood, atau dikenal luas dengan Meranti merah menjadi jenis kayu golongan kelas III berikutnya yang perlu kamu masukan kedalam daftar kebutuhan material.
Ya, kayu meranti Merah ini terkenal dengan warna kayunya yang mirip seperti kayu merbau yaitu dengan warna merah gelap, dengan cokelat kemerahan tergantung usia tumbuhnya.
Walaupun kayu meranti terdapat 3 jenis lainnya seperti meranti putih dan kuning, namun meranti merah kerap menjadi unggulannya.
Hal ini bukan tanpa alasan melainkan kayu meranti merah memiliki berat yang cukup untuk kontruksi, seperti bahan kasau, kusen, pintu, jendelan bahkan bahan pembuatan perahu.
Apalagi kayu meranti merah mampu bertahan lama, berkisar 3 tahun hingga 10 tahun, hal inilah yang membuat kayu meranti masuk kedalam golongan kayu kelas III.
3. kayu Sungkai

Meskipun memiliki permukaan yang kasar, ternyata kayu sungkai ini memiliki serat kayu yang menciptakan motif yang sangat cantik dan tentunya sangat cocok untuk berbagai furniture bergaya minimalis dengan sentuhan natural.
Salah satu karakteristik dari kayu kelas III ini yaitu Tergolong jenis kayu yang cukup kuat lho, walaupun masuk kedalam kelas III, namun kayu sungkai kerap digunakan untuk kebutuhan kontruksi berat, seperti reng kayu, struktur bangunan dan sebagainya.
Baca selengkapnya : Kenali lebih lanjut Kayu Sungkai, dan Temukan Produk Terbaiknya
Untuk itu, kayu sungkai bisa menjadi andalan untuk kamu yang sedang mencari material kayu dengan kualitas tinggi, harga terjangkau dan motif dan warna yang cantik.
Apalagi kayu Sungkai memiliki berat jenis kayu di berat 550-650 kg/m3 serta kaut lenturnya di 400-900kg/,3 dan kaut desaknya 300-650 kg/m3 hal inilah yang membuat kayu sungkai menjadi kayu populer terbaik.
4. Kayu Borneo

Mungkin tidak banyak yang orang tahu dengan kayu satu ini, ya Kayu boneo yang termasuk kayu kelas III ini termasuk kedalam kayu perkebunan.
Walaupun kedalam jenis tersebut kayu ini memiliki kualitas yang cukup baik lho, bahkan hampir standar dengan kayu kelas kuat III lainnya, dengan ini kayu Bonrneo sering digunakan dibeberapa sektor seperti furniture dan bahan kontruksisi baik itu kontruksi berat maupun ringan, seperti peti kemas, box dan kayu lapis.
Kayu Satu ini memiliki ciri khas dari perihal warna, yaitu berwarna putih kekuningan, serta kayu borneo memiliki ciri kayu yang lunak dan keras, bahkan kayu ini tergolong kedalam kayu yang berat.
Maka dari itu, kamu tidak perlu khwatir jika menggunakan kayu satu ini, karena kayu ini sudah di tetapkan sebagai kayu kelas III. untuk itu kamu bisa memasukan jenis kayu ini kedalam daftar material Bangunan.
5. Kayu Jabon

Berbeda dengan kayu jati, walau sering di kenal dengan jati bonsor, kayu jabon memiliki karakteristik dibawahnya. Namun, jangan salah karena kayu ini memiliki ciri khas serta karakter yang unik.
Ya, kayu kelas III ini memiliki terkstur kayu yang agak kasar, serta serat yang lurus dan sedikit mengkilap. Kayu Jabon memiliki kerapatan berkisar 290-530 kg/m3 pada kadir air 15%
Tentunya dengan karakter dan berat bobot kayu tersebut, membuat kayu ini cukup diandalkan untuk beberapa kebutuhuhan, seperti bahan polywood, bahan kontruksi, bahan baku kertas, serta bahan perahu kano.
Untuk itu, jika kamu sedang mencari material kayu dengan kelas III dan harga yang sedikit lebih terjangkau dibanding kayu diatas, kamu bisa menggunakan kayu jabon sebagai alternatifnya.
Jadi, bagaimana? kayu kelas III mana yang akan Kamu gunakan?
