Istilah lantai parket atau parket flooring cukup sering muncul ketika membahas material lantai berbahan kayu. Namun, masih banyak yang belum mengetahui secara jelas apa itu parket, termasuk kelebihan, kekurangan, dan manfaat penggunaannya. Padahal, material ini sudah lama dikenal dalam dunia interior maupun properti.
Apa Itu Lantai Parket?

Pada dasarnya, parket flooring merupakan material lantai yang tersusun dari potongan-potongan kayu yang telah melalui proses pengolahan hingga menjadi bagian lantai yang siap dipasang pada permukaan beton.
Jenis material yang digunakan pada parket tidak hanya satu. Beberapa produk dibuat menggunakan kayu solid, yaitu kayu asli seperti jati. Di sisi lain, terdapat pula parket yang menggunakan material kayu olahan, termasuk engineered wood dan laminasi. Perbedaan bahan tersebut membuat karakter, harga, serta kebutuhan perawatannya dapat berbeda.
Parket dari kayu solid umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dan membutuhkan perawatan yang lebih diperhatikan. Sementara itu, parket olahan dapat menjadi pilihan alternatif dengan harga yang lebih ekonomis serta proses pemasangan yang pada jenis tertentu lebih sederhana.
Cara pemasangannya pun bergantung pada konstruksi parket yang digunakan. Lantai kayu solid biasanya membutuhkan proses pemasangan yang lebih khusus sehingga pengerjaannya lebih tepat dilakukan oleh tenaga profesional. Untuk parket olahan, tersedia produk yang dapat dipasang menggunakan sistem klik, perekat, maupun metode tertentu sesuai spesifikasi produknya.
Selain materialnya, daya tarik parkit lantai terletak pada cara potongan-potongan kayu tersebut disusun. Elemen kayu dapat membentuk pola tertentu pada permukaan lantai sehingga tampilannya menyerupai susunan dekoratif atau mosaik.
Pola tersebut menjadi salah satu karakter yang membedakan parket dari lantai kayu dengan susunan papan biasa. Ditambah tampilan alami dari material kayu, lantai parket dapat memberikan kesan yang lebih elegan sekaligus menjadi bagian dari desain interior ruangan.
Baca artikel terkait : Jenis Kayu Lantai
Istilah Nama Parket
Nama parket memiliki sejarah yang cukup panjang. Istilah ini berkaitan dengan bahasa Perancis, yaitu parqueterie, yang telah digunakan sejak sekitar abad ke-17. Pada masa tersebut, parket bukanlah material lantai yang umum digunakan. Material ini justru menjadi bagian dari interior bangunan mewah, termasuk Istana Versailles dan Grand Trianon.
Dalam bahasa Perancis, istilah parquette merujuk pada teknik memperindah lantai dengan potongan-potongan kayu yang disusun menjadi bentuk atau pola geometris. Penggunaan teknik tersebut semakin dikenal pada masa pemerintahan Raja Louis XIV, terutama setelah dilakukan renovasi besar-besaran pada Istana Versailles.
Pada zaman dahulu, pembuatan lantai parket membutuhkan waktu dan keterampilan yang tinggi. Potongan kayu masih dikerjakan secara manual, kemudian disusun dengan sangat teliti oleh pengrajin. Proses yang rumit tersebut membuat parket menjadi material yang mahal dan lebih banyak ditemukan pada bangunan milik kalangan bangsawan serta orang berada.
Kondisinya berbeda dengan sekarang. Perkembangan teknologi membuat proses produksi dan pemasangan parket menjadi jauh lebih praktis. Jika produk yang digunakan memiliki sistem pemasangan yang sederhana, pemilik rumah bahkan dapat melakukan pemasangannya sendiri tanpa harus selalu menggunakan jasa tukang profesional.
Perkembangan teknologi juga membawa perubahan pada bahan yang digunakan. Selain kayu solid, sebagian produk parket saat ini menggunakan HDF (High Density Fiberboard) sebagai material dasarnya. HDF tersusun dari sekitar 80% serat kayu dan 20% bahan penguat, sehingga menghasilkan material yang relatif stabil dan memiliki daya tahan yang baik.
Walaupun menggunakan material olahan dan bukan sepenuhnya kayu solid, parket tetap dapat menghadirkan tampilan menyerupai kayu alami. Permukaannya dibuat dengan warna dan tekstur yang menyerupai karakter kayu, lengkap dengan pola serat yang terlihat natural. Lapisan finishing kemudian digunakan untuk memberikan tampilan akhir sekaligus membantu melindungi permukaan parket.
Dari bentuknya, parket pada umumnya hadir dalam papan berbentuk persegi panjang. Salah satu ukuran yang dapat ditemukan berada di kisaran 90 Ă— 120 cm. Pada bagian tepinya terdapat mekanisme penyambungan, termasuk sistem klik pada produk tertentu, yang memungkinkan papan saling terkunci ketika dipasang.
Sistem tersebut membuat proses penyusunan antar papan menjadi lebih praktis. Karena itu, untuk produk dengan mekanisme pemasangan yang sederhana, pemasangan parket tidak selalu harus dikerjakan oleh tenaga profesional.
Jenis-Jenis Lantai Parket
Secara umum, lantai parket tersedia dalam beberapa jenis sesuai dengan bahan pembuatannya.
Lantai Parket Kayu Solid
Lantai parket kayu solid dibuat dari kayu utuh tanpa campuran material lain. Jenis ini dikenal memiliki kekuatan yang tinggi, umur pakai yang panjang, dan dapat dilakukan proses refinishing apabila permukaannya mulai kusam atau mengalami goresan ringan.
Beberapa jenis kayu yang sering digunakan antara lain kayu jati, merbau, bengkirai, sonokeling, dan ulin.
Lantai Parket Engineered
Engineered parquet merupakan lantai kayu yang terdiri dari beberapa lapisan material, dengan lapisan paling atas menggunakan veneer kayu asli. Jenis ini memiliki tingkat stabilitas yang baik terhadap perubahan suhu maupun kelembapan sehingga banyak digunakan pada bangunan modern.
Lantai Parket Laminate
Laminate flooring menggunakan lapisan dekoratif bermotif kayu yang dipadukan dengan papan HDF (High Density Fiberboard). Jenis ini menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan tampilan kayu dengan harga yang lebih ekonomis.
Baca artikel terkait : Jenis lantai parket kayu
Kelebihan Lantai Parket
1. Motif dan Tampilan yang Beragam
Salah satu daya tarik lantai parket kayu terletak pada susunan potongan kayunya. Elemen-elemen tersebut dapat dirangkai menjadi pola geometris tertentu sehingga lantai terlihat lebih dekoratif dibandingkan papan kayu dengan susunan sederhana.
Selain mengandalkan warna serta serat alami kayu, permukaan lantai kayu parket juga dapat menggunakan finishing dengan pilihan warna tertentu. Dengan begitu, tampilannya bisa disesuaikan dengan konsep interior, mulai dari nuansa natural dan hangat hingga gaya yang lebih modern atau elegan.
2. Tidak Sulit Dibersihkan
Parket tidak membutuhkan rutinitas perawatan yang rumit untuk menjaga kebersihannya. Membersihkan debu dan kotoran secara rutin dengan sapu atau alat pembersih lantai sudah cukup untuk perawatan sehari-hari, terutama pada parket olahan.
Untuk parket solid, pembersihan dapat dilakukan menggunakan kain yang tidak terlalu basah. Perawatan tambahan menggunakan produk khusus kayu juga dapat dilakukan sesekali untuk membantu mempertahankan kondisi serta tampilan permukaannya.
3. Dapat Digunakan dalam Jangka Panjang
Ketahanan menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih lantai parket kayu. Dalam penggunaan yang normal dan dengan perawatan yang sesuai, material ini dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama tanpa cepat mengalami keausan.
Pada parket solid, masa pemakaiannya bahkan dapat mencapai puluhan tahun. Dalam kondisi tertentu, material tersebut dapat bertahan hingga sekitar 50 tahun sehingga penggunaannya dapat menjadi pilihan untuk jangka panjang.
4. Permukaannya Lebih Mudah Dibersihkan dari Debu
Bagi penghuni rumah yang perlu menjaga kebersihan dari debu dan berbagai alergen, lantai kayu parket dapat menjadi salah satu alternatif. Permukaannya yang relatif halus membuat debu, serbuk bunga, maupun bulu hewan lebih mudah dibersihkan dan tidak sulit diangkat saat proses pembersihan.
5. Pilihan Material dan Harga Lebih Beragam
Perkembangan teknologi produksi membuat kayu parket tersedia dalam lebih banyak pilihan. Konsumen dapat menemukan berbagai variasi motif, warna, material, hingga karakter permukaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Harga parket juga tidak berada pada satu tingkat saja. Parket solid umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi, termasuk dalam pemasangannya. Namun, daya tahan yang panjang dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika menghitung nilai penggunaannya dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan material lantai yang tepat juga dapat mendukung tampilan dan nilai sebuah properti.
Kekurangan Lantai Parket
1. Kondisi Permukaan Dasar Harus Diperhatikan
Sebelum memasang lantai parket, kondisi lantai dasar perlu dipastikan terlebih dahulu. Permukaan yang tidak rata dapat menyebabkan hasil pemasangan kurang baik.
Jika kondisi lantai belum memenuhi kebutuhan pemasangan, permukaannya mungkin perlu diratakan terlebih dahulu, misalnya melalui pekerjaan semen atau menggunakan lapisan tertentu sebagai dasar. Penggunaan busa tambahan saja tidak selalu dapat mengatasi masalah apabila permukaan dasarnya memang tidak rata.
2. Dapat Menimbulkan Bunyi Saat Dipijak
Dalam kondisi pemasangan tertentu, lantai kayu parket dapat menghasilkan suara ketika diinjak. Hal ini dapat terjadi tergantung konstruksi lantai, kondisi permukaan dasar, maupun metode pemasangan yang digunakan.
Bagi yang mengutamakan lantai dengan suara pijakan seminimal mungkin, parket solid yang dipasang dan direkatkan langsung pada permukaan lantai dapat menjadi salah satu pilihan yang perlu dipertimbangkan.
3. Beberapa Jenis Memiliki Permukaan Licin
Permukaan parket tertentu, baik jenis laminasi maupun solid, dapat terasa cukup licin, terlebih ketika terkena air. Karena karakter tersebut, pemilihan jenis parket perlu disesuaikan dengan lokasi pemasangannya.
Untuk area yang sering basah atau rumah yang dihuni orang lanjut usia, sebaiknya memilih produk dengan permukaan atau tekstur yang memiliki karakter anti-selip.
4. Rentan terhadap Goresan dan Kelembapan
Meskipun memiliki daya tahan yang baik, lantai parket kayu tetap dapat mengalami kerusakan apabila terkena benda tajam, gesekan furnitur, atau tekanan dari jenis alas kaki tertentu. Ketika salah satu bagian mengalami kerusakan, proses perbaikannya juga bisa lebih kompleks karena pada kondisi tertentu bagian lantai yang lebih luas perlu dibongkar.
Kelembapan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Paparan air yang terlalu sering atau pemasangan pada area yang lembap dapat menyebabkan material mengalami perubahan bentuk, seperti melengkung, bahkan mengalami kerusakan akibat lapuk.
Selain air, paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama berpotensi menyebabkan perubahan warna pada permukaan parket. Penggunaan tirai atau penyesuaian posisi furnitur dapat membantu mengurangi paparan cahaya pada area lantai yang sama secara terus-menerus.
Baca artikel terkait : Fakta Tentang Lantai Parket yang Harus Diketahui
Area Pemasangan Lantai Parket
Lantai parket memiliki tampilan alami yang mampu menciptakan suasana hangat dan elegan pada sebuah ruangan. Karena tersedia dalam berbagai jenis kayu dan konstruksi, material ini dapat diaplikasikan pada berbagai area bangunan, baik hunian maupun bangunan komersial.
Ruang Tamu
Ruang tamu merupakan salah satu area yang paling sering menggunakan lantai parket. Motif serat kayu alami mampu memberikan kesan mewah, nyaman, dan lebih hangat sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan saat menerima tamu maupun berkumpul bersama keluarga.
Kamar Tidur
Lantai parket sangat cocok dipasang pada kamar tidur karena permukaannya terasa lebih hangat dibandingkan keramik atau granit. Selain meningkatkan kenyamanan saat berjalan tanpa alas kaki, penggunaan lantai parket juga mampu menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman untuk beristirahat.
Ruang Keluarga
Sebagai area yang sering digunakan untuk berkumpul, ruang keluarga membutuhkan material lantai yang nyaman dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Lantai parket menjadi pilihan yang tepat karena mampu menghadirkan nuansa alami sekaligus membuat ruangan terasa lebih hangat.
Ruang Kerja
Banyak ruang kerja maupun kantor modern menggunakan lantai parket untuk menciptakan suasana yang profesional sekaligus nyaman. Tampilan kayu alami dapat memberikan kesan elegan tanpa mengurangi fungsi ruangan sebagai area produktivitas.
Hotel, Apartemen, dan Villa
Lantai parket juga banyak diaplikasikan pada hotel, apartemen, dan villa karena mampu meningkatkan kesan eksklusif pada interior bangunan. Tidak hanya mempercantik ruangan, penggunaan lantai parket juga dapat meningkatkan nilai estetika dan nilai jual properti.
Restoran dan Kafe
Restoran maupun kafe sering memanfaatkan lantai parket untuk menciptakan suasana yang hangat dan nyaman bagi pengunjung. Berbagai pilihan warna dan pola serat kayu membuat lantai parket mudah dipadukan dengan berbagai konsep desain interior, mulai dari minimalis hingga industrial.
Ruang Komersial
Selain hunian, lantai parket juga dapat digunakan pada berbagai bangunan komersial seperti showroom, butik, ruang pamer, hingga ruang meeting. Pemilihan jenis kayu yang tepat akan membantu lantai tetap awet meskipun digunakan pada area dengan aktivitas yang cukup tinggi.
Baca artikel terkait : harga lantai kayu per meter
Area yang Sebaiknya Dihindari
Meskipun memiliki daya tahan yang baik, lantai parket umumnya tidak disarankan dipasang pada area yang sering terkena genangan air, seperti kamar mandi, area cuci, atau ruang terbuka tanpa atap. Paparan air secara terus-menerus dapat memengaruhi kondisi material kayu, terutama apabila tidak menggunakan jenis kayu yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kelembapan atau sistem finishing yang sesuai. Dengan memilih area pemasangan yang tepat, lantai parket dapat bertahan lebih lama dan tetap mempertahankan keindahan alaminya.
Lantai parket merupakan pilihan penutup lantai yang menawarkan kombinasi antara keindahan alami, kenyamanan, dan daya tahan yang baik. Berbagai pilihan jenis kayu serta desain membuat lantai parket dapat diaplikasikan pada berbagai konsep hunian maupun bangunan komersial.
Dengan memilih material yang berkualitas, pemasangan yang tepat, dan perawatan secara berkala, lantai parket dapat menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga meningkatkan nilai estetika serta kenyamanan sebuah bangunan.
Cara Merawat Lantai Parket Agar Tetap Awet dan Cantik
Merawat lantai parket sebenarnya tidak sulit. Dengan beberapa kebiasaan sederhana, lantai berbahan kayu parket ini bisa tetap terlihat elegan dan tahan lama selama bertahun-tahun. Berikut langkah perawatan yang bisa kamu terapkan di rumah:
1. Sapu Secara Rutin
Debu dan kotoran halus bisa membuat permukaan lantai parket kayu tampak kusam jika dibiarkan terlalu lama. Cukup sapu secara rutin menggunakan sapu lembut atau vacuum cleaner agar permukaannya tetap bersih tanpa menimbulkan goresan.
2. Pel dengan Kain Lembap
Untuk mengepel, gunakan kain yang hanya sedikit basah. Lantai parket tidak suka terlalu banyak air, karena bisa membuat kayu mengembang atau melengkung. Gunakan cairan pembersih khusus kayu agar hasilnya lebih bersih dan aman.
3. Hindari Genangan Air
Jika ada tumpahan air, segera lap sampai kering. Genangan yang dibiarkan terlalu lama dapat meresap ke sela-sela lantai dan merusak struktur parket.
4. Gunakan Pelindung Furnitur
Geseran kaki meja atau kursi bisa meninggalkan goresan kecil. Tempelkan pelindung karet atau felt pad di bagian bawah furnitur untuk menjaga permukaan lantai kayu parket tetap mulus.
5. Kurangi Intensitas Sinar Matahari Langsung
Paparan sinar matahari yang berlebih dapat membuat warna lantai memudar. Kamu bisa memasang tirai, menggunakan karpet kecil, atau mengatur ulang posisi furnitur supaya tidak ada bagian yang terkena sinar terus-menerus.
6. Gunakan Cairan Pengkilap Secara Berkala
Agar lantai parket kayu tetap terlihat segar dan mengilap, gunakan cairan polishing khusus kayu satu atau dua kali setahun. Ini membantu menjaga lapisan finishing tetap kuat dan tampilannya selalu rapi.
7. Hindari Sepatu Bersol Tajam atau Hak Tinggi
Sepatu berhak runcing atau sol yang keras rentan membuat permukaan parket lecet. Lebih baik gunakan sandal rumahan atau berjalan tanpa alas kaki untuk menjaga parket tetap awet.
8. Atur Kelembapan Ruangan
Parket sangat sensitif terhadap perubahan kelembapan. Jika udara terlalu lembap, kayu bisa memuai; jika terlalu kering, bisa menyusut. Gunakan ventilasi yang baik atau dehumidifier di ruangan tertentu agar kondisi tetap stabil.
Mengenal lantai parket berarti memahami bahwa jenis lantai ini menawarkan keindahan alami dari pola kayu parket yang tersusun rapi. Parket bukan hanya memberikan tampilan elegan, tetapi juga menciptakan suasana hangat dan nyaman di dalam ruangan. Dengan pilihan motif, warna, dan bahan yang beragam, lantai parket kayu mudah menyesuaikan berbagai gaya interior rumah.
Meski membutuhkan pemasangan yang rapi dan perhatian terhadap kelembapan, perawatan lantai parket sebenarnya cukup sederhana. Jika dirawat dengan baik, lantai ini dapat bertahan lama dan tetap terlihat indah selama bertahun-tahun.
Singkatnya, lantai parket adalah kombinasi antara estetika, kenyamanan, dan nilai fungsional yang membuatnya menjadi salah satu pilihan favorit untuk hunian modern
Memilih lantai parket bukan hanya soal mendapatkan permukaan lantai untuk digunakan sehari-hari. Susunan kayu parket dengan berbagai pola dapat memberikan karakter tersendiri pada interior, sementara warna dan tekstur kayunya mampu menghadirkan suasana yang lebih hangat dan nyaman.
Pilihan material, motif, dan warna yang tersedia juga membuat lantai parket kayu dapat digunakan pada beragam konsep interior. Namun, pemasangan yang tepat serta perhatian terhadap air dan kelembapan tetap diperlukan agar material dapat digunakan secara optimal.
Dengan perawatan yang dilakukan secara rutin, parket dapat tetap terjaga kondisinya dan mempertahankan tampilannya dalam jangka panjang. Perawatan sehari-hari pun pada dasarnya tidak rumit selama kebiasaan yang tepat diterapkan sejak awal.
Karena memadukan tampilan alami kayu dengan fungsi sebagai material lantai, parket menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk menciptakan interior hunian yang memiliki karakter sekaligus tetap nyaman digunakan.
